Loading...

PPL Mahasiswa Prodi AFI 2025 di Museum Radya Pustaka Surakarta

Diterbitkan pada
22 Desember 2025 08:23 WIB

Baca

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu program akademik yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan. Pada tahun 2025, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, melaksanakan kegiatann PPL di Museum Radya Pustaka, kegiatan ini terhitung mulai 3 November hingga 30 November 2025

Pelaksanaan kegiatan magang di Museum Radya Pustaka Surakarta menjadi tempat pembelajaran yang strategis bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dunia permuseuman sebagai lembaga pelestarian, pengkajian, dan pewarisan kebudayaan. Museum Radya Pustaka, yang dikenal sebagai museum tertua di Indonesia, menyimpan beragam koleksi bersejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa, khususnya yang berkaitan dengan tradisi Keraton Surakarta dan warisan Mataram Islam. Oleh karena itu, magang di museum ini memberikan pengalaman yang komprehensif dan bermakna dalam memahami sejarah, budaya, serta nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan pengelolaan koleksi museum. Kegiatan utama yang dilakukan meliputi identifikasi, dan klasifikasi koleksi museum, seperti keris, arca, wayang, gamelan, naskah, irah-irahan, serta benda-benda pusaka lainnya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengenali nama koleksi, asal-usul sejarah, bahan pembuatan, serta makna simbolik dan filosofis yang terkandung di dalam setiap artefak. Proses ini membantu mahasiswa memahami bahwa koleksi museum bukan sekadar benda mati, melainkan sumber pengetahuan budaya yang sarat nilai historis dan spiritual.

Selain itu, mahasiswa magang juga mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar konservasi dan preservasi koleksi museum. Mahasiswa diperkenalkan pada tata cara perawatan benda cagar budaya, seperti pengaturan pencahayaan, suhu ruangan, serta penggunaan vitrine sebagai sarana perlindungan koleksi dari kerusakan fisik dan biologis. Pemahaman ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya agar dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam aspek operasional, mahasiswa turut membantu kegiatan pelayanan museum, antara lain menjaga tiket masuk dan membantu pengelolaan perpustakaan Museum Radya Pustaka. Pada kegiatan menjaga perpustakaan, mahasiswa membantu pengunjung dalam mencari dan membaca buku-buku koleksi museum dengan tetap memperhatikan kehati-hatian, mengingat sebagian besar koleksi buku dan naskah bersifat rapuh dan bernilai historis tinggi. Kegiatan ini melatih mahasiswa untuk bersikap teliti, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjaga aset budaya.

Mahasiswa magang juga dilatih untuk berperan sebagai pemandu (guide) museum bagi para pengunjung. Dalam kegiatan pemanduan, mahasiswa menyampaikan informasi mengenai sejarah berdirinya Museum Radya Pustaka, latar belakang koleksi, serta makna budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Pengunjung museum yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa sering melakukan wawancara dan diskusi dengan pemandu, sehingga kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi, public speaking, serta penyampaian informasi secara sistematis dan mudah dipahami.

Selain kegiatan rutin, mahasiswa magang juga terlibat dalam kegiatan khusus museum, seperti persiapan dan pelaksanaan pameran serta acara budaya. Salah satu kegiatan yang diikuti adalah pameran dan wilujengan yang dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan tema Afternoon Tea, yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan membantu proses penataan koleksi, kebersihan ruang pamer, serta kelancaran jalannya acara. Keterlibatan ini memberikan pengalaman nyata dalam manajemen kegiatan kebudayaan dan kerja sama tim.

Magang di Museum Radya Pustaka juga memberikan ruang refleksi akademik bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami hubungan antara kebudayaan Jawa dan nilai-nilai keislaman. Sebagai mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, kegiatan magang ini relevan dengan mata kuliah Islam dan Budaya Jawa. Melalui pengamatan langsung terhadap koleksi museum, mahasiswa dapat memahami bagaimana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam seni, tradisi, etika, dan sistem pengetahuan masyarakat Jawa.

Secara umum, pelaksanaan magang di Museum Radya Pustaka Surakarta berjalan dengan baik dan lancar. Mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja museum serta menjalin hubungan yang harmonis dengan staf, pengelola museum, dan pengunjung. Kegiatan magang ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dalam aspek pengetahuan kebudayaan, keterampilan komunikasi, manajemen kerja, maupun sikap profesional dan tanggung jawab.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin hubungan kerja sama yang semakin erat antara Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta dengan Museum Radya Pustaka Surakarta. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam bentuk kegiatan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, serta program pelestarian budaya. Dengan demikian, magang di Museum Radya Pustaka tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga, merawat, dan mewariskan warisan budaya bangsa kepada masyarakat luas.