Loading...

Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Laksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo

Diterbitkan pada
30 September 2024 05:43 WIB

Baca

Sukoharjo, [30 September 2024] – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan akademik dan profesional mahasiswa dalam memahami serta mengaplikasikan ilmu keislaman dalam konteks kelembagaan, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Program PPL ini dimulai pada 30 September dan berlangsung selama satu bulan, dengan tujuan utama memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam memahami mekanisme kerja birokrasi keagamaan, implementasi kebijakan keislaman, serta strategi pemerintah dalam membangun moderasi beragama di tengah masyarakat.

Urgensi PPL dalam Integrasi Ilmu dan Praktik

Praktik Pengalaman Lapangan merupakan bagian integral dari kurikulum akademik yang bertujuan untuk menghubungkan teori yang diperoleh dalam perkuliahan dengan praktik di lapangan. Sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan kehidupan beragama di Indonesia, Kementerian Agama menjadi tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk memahami dinamika regulasi, administrasi, serta implementasi kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan masyarakat.

Koordinator Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Krisbowo Laksono, S.Ud., M.Hum., menegaskan bahwa pelaksanaan PPL ini merupakan bagian dari strategi akademik yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih luas tentang peran negara dalam pengelolaan kehidupan keagamaan serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan keislaman.

“Pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus memperkaya mahasiswa dengan pengalaman empiris yang memungkinkan mereka untuk memahami bagaimana regulasi keislaman dirancang dan diterapkan dalam kehidupan sosial. Kementerian Agama sebagai institusi yang berperan dalam urusan keagamaan menjadi lokasi yang ideal bagi mahasiswa untuk mengamati dan terlibat dalam berbagai aspek administrasi dan kebijakan yang berkaitan dengan keislaman,” ungkapnya.

Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai program yang dijalankan oleh Kementerian Agama, seperti penguatan moderasi beragama, pembinaan keluarga sakinah, pengelolaan zakat dan wakaf, serta peran kementerian dalam membangun keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Peran Mahasiswa dalam Dinamika Kelembagaan Kementerian Agama

Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung serta turut serta dalam berbagai program dan layanan keagamaan yang dikelola oleh Kankemenag Sukoharjo. Beberapa bidang yang akan menjadi fokus pembelajaran mahasiswa meliputi:

  1. Administrasi dan Regulasi Keagamaan – Mahasiswa akan mempelajari bagaimana sistem pencatatan dan regulasi keagamaan dikelola oleh Kementerian Agama, termasuk dalam bidang pernikahan, zakat, wakaf, dan haji.
  2. Moderasi Beragama – Melalui keterlibatan dalam program penguatan moderasi beragama, mahasiswa akan memperoleh wawasan tentang bagaimana pemerintah membangun sikap keberagamaan yang inklusif dan toleran di tengah masyarakat multikultural.
  3. Pembinaan Keagamaan Masyarakat – Mahasiswa akan memahami bagaimana Kementerian Agama menjalankan program-program pembinaan, seperti bimbingan keluarga sakinah, pemberdayaan majelis taklim, dan program literasi keagamaan di berbagai lapisan masyarakat.
  4. Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Institusi Keislaman – Mahasiswa juga akan melihat bagaimana Kankemenag bekerja sama dengan berbagai organisasi Islam, pesantren, serta lembaga dakwah dalam membangun harmoni sosial-keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Drs. Muh Mu'alim, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Kankemenag Sukoharjo dalam pelaksanaan PPL ini.

“Kami menyambut baik program PPL yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memahami tugas dan fungsi Kementerian Agama, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kami untuk mendapatkan masukan akademik dari mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan. Kami berharap program ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar serta memberikan kontribusi bagi lembaga,” jelasnya.

Harapan dari Program PPL: Membangun Kualitas Sumber Daya Keagamaan yang Profesional

Sebagai lembaga yang membidangi Bimbingan Masyarakat Islam di lingkungan Kankemenag Sukoharjo, Kepala Seksi Bimas Islam, H. Khomsun Nur Arif, S.Ag., juga menyampaikan harapannya terkait program PPL ini.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan yang akan berperan dalam berbagai bidang, termasuk dalam sektor keagamaan. Melalui PPL ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang berharga tentang bagaimana kebijakan keagamaan dijalankan, tantangan yang dihadapi dalam implementasi regulasi, serta bagaimana membangun strategi yang efektif dalam membina kehidupan keagamaan yang harmonis,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dengan keterlibatan langsung mahasiswa dalam berbagai program Kankemenag, mereka dapat mengembangkan pemahaman kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan analisis kebijakan yang akan berguna bagi karier akademik dan profesional mereka di masa mendatang.

Kesimpulan: Sinergi Akademik dan Kelembagaan dalam Membangun Masyarakat Berkeadaban

Program PPL ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum akademik, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul di bidang keislaman.

Dengan keterlibatan dalam berbagai program Kankemenag Sukoharjo, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan analitis yang lebih tajam, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan sosial-keagamaan di masa depan.

Sebagai penutup, Koordinator Prodi AFI, Krisbowo Laksono, S.Ud., M.Hum., menegaskan bahwa pengalaman yang diperoleh mahasiswa dalam program ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam meniti karier di berbagai bidang, baik sebagai akademisi, birokrat, maupun praktisi keagamaan.

“Keberhasilan PPL ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak mahasiswa memahami administrasi keagamaan, tetapi juga dari sejauh mana mereka dapat mengambil hikmah, mengembangkan profesionalisme, serta meningkatkan sensitivitas sosial dalam melayani umat. Kami berharap sinergi antara akademisi dan institusi keagamaan ini terus berlanjut guna mencetak generasi intelektual Muslim yang memiliki integritas dan kompetensi dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan demikian, pelaksanaan PPL di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi masyarakat serta negara.